Minggu, 07 Oktober 2012

kisi - kisi uts kelas 10_AJARAN 2012/2103


Menjelaskan pengertian geografi

Menjelaskan pengertian geografi menurut Ikatan Geografi Indonesia

Mengidentifikasi konsep lokasi geografi

Mengidentifikasi konsep nilai kegunaan

Mengidentifikasi konsep morfologi

Menjelaskan ruang lingkup geografi

Menjelaskan pendekatan keruangan geografi

Mengidentifikasi pendekatan kelingkungan

Menjelaskan objek studi geografi

Menjelaskan prinsip persebaran geografi

Menjelaskan prinsip interelasi geografi

Mendeskripsikan aspek geografi

Menjelaskan perbedaan antara aspek fisik dan aspek social geografi

Menjelaskan ilmu bantu geografi


Menjelaskan teori pembentukan jagat raya menurut teori big bang

Menjelaskan teori pembentukan jagat raya menurut teori keadaan tetap

Mengidentifikasi bentuk – bentuk galaksi

Mengidentifikasi mascam – macam galaksi

kisi - kisi uts kelas 12 _AJARAN 2012/2013


PILIHAN GANDA :
 
1.Menjelaskan jenis – jenis peta

2.Mengidentifikasi  unsur – unsur peta

3.Mengidentifikasi inset peta

4.Menjelaskan macam skala peta

5.Menghitung skala peta

6.Mengidentifikasi simbol peta

7. Mengidentifikasi peta khusus

8.Mengidentifikasi proyeksi peta

9.Mengidentifikasi sensor penginderaan jauh

10.Mengidentifikasi tenaga elektromagnetik

11.Mengidentifikasi citra foto ortokromatik

12.Mengidentifikasi foto inframerah modifikasi

13.Mengidentifikasi citra satelit

14.Mengidentifikasi tekstur objek citra
 
15.Menganalisis manfaat penginderaan jauh di bidang kelautan

URAIAN :
 
1.Menghitung skala peta yang belum diketahui

2.Menjelaskan  simbol peta

3.Menginterpretasi citra

4.Memberikan contoh objek berdasarkan pada interpretasi citra

Rabu, 08 Agustus 2012

Cuaca Angkasa dan Badai Matahari yang Akan Datang

LONDON (Reuters) - Dalam dua tahun ke depan, saat matahari mencapai puncak siklus aktivitas 10 tahunan, ada risiko meningkat terjadinya badai matahari yang dapat mematikan sumber tenaga listrik dan satelit komunikasi andalan manusia.

"Pemerintah banyak negara menganggap ini hal yang serius," kata Mike Hapgood, spesialis cuaca luar angkasa di Rutherford Appleton Laboratory di Inggris. "Hal-hal seperti ini memang jarang, tapi saat terjadi, konsekuensinya bisa seperti bencana."



Hapgood mengatakan bahwa badai matahari semakin sering didaftarkan sebagai risiko bencana nasional agar ada perencanaan penanganannya, bersamaan dengan tsunami dan ledakan gunung api.

Statistik pun mendukung kekhawatiran terhadap badai matahari. Ada peluang 12 persen bahwa badai matahari besar akan terjadi di setiap dekade, sehingga kemungkinan terjadinya satu dalam 100 tahun. Terakhir kali badai matahari terjadi adalah 150 tahun lalu.

Industri satelit yang penuh rahasia
Ancaman ini datang dari plasma magnetis yang dikeluarkan matahari saat terjadi coronal mass ejection (CME) atau letusan masif angin matahari dan area magnetik yang dilepaskan ke luar angkasa. Seperti gelembung udara yang meletus di atas permukaan matahari, CME mengirim berton-ton gas ke angkasa dan dapat 'menelan' Bumi dalam 1-3 hari.

Badai geomagnetik yang ditimbulkan bisa memunculkan arus kuat di pembangkit-pembangkit listrik sehingga membuat transformer mahal, inti pembangkit tersebut, meleleh.

Listrik padam yang terjadi di sebagian besar India pekan ini memang tidak disebabkan oleh badai geomagnetik, tapi bisa memberi gambaran yang akan terjadi saat badai matahari datang. Para penambang bisa terjebak, kereta-kereta tak berjalan, dan rumah sakit tak bisa beroperasi. Sementara pemadaman ini terjadi di negara di mana 40% penduduknya tidak mendapat akses listrik.

Menurut para ilmuwan, badai ini juga bisa merusak atau menghancurkan satelit. Penyebabnya adalah partikel-partikel listrik akan merobek satelit ini dengan kecepatan ratusan mil per detik. Sayangnya, industri satelit tidak terbuka membahas isu ini.

"Masih sangat sedikit yang mengakui bahwa ada masalah," kata Hapgood. Ia menduga bahwa jika ada perusahaan yang mengakui ada masalah, maka perusahaan tersebut akan mengalami kerugian komersil.

"Jalannya masih panjang sampai pasar mengakui bahwa ada masalah global di sini sehingga bisa memberi keuntungan buat orang-orang yang bisa mengatasi cuaca luar angkasa."

Komunikasi radio dengan pesawat jet juga bisa mati saat badai matahari mengganggu ionosfer, bagian atmosfer bumi yang menjadi jalur gelombang radio.

Saat ada ancaman, maskapai penerbangan akan mengubah rute pesawat ke ketinggian yang lebih rendah sehingga lebih terlindung. Hal seperti ini tidak rutin terjadi, namun bukan hal yang jarang juga, dan menambah pengeluaran bahan bakar.

Mungkin tak akan terjadi
Dalam istilah industri asuransi, ancaman ini disebut "frekuensi rendah, kerusakan tinggi" dan baru-baru saja dianggap serius oleh pemerintah.

"Secara politis, asuransi ini baru dibeli tiga tahun lalu," kata Andrew Richards, analis risiko fatal di National Grid yang menjalankan jaringan listrik Inggris. "Kita tahu bahwa ini adalah dampak-dampak nyata tapi kita masih sangat jauh dari memahaminya."

Tim ilmuwan di Amerika Utara dan Eropa menghabiskan seharian mengawasi matahari dan memberi peringatan ke pemerintah, perusahaan listrik, operator satelit, dan maskapai penerbangan.

Tetapi, tepatnya seberapa banyak yang harus dikhawatirkan masih belum jelas karena pemahaman akan cuaca angkasa hanya berasal dari insiden dan pekerjaan dalam 20-30 tahun, sekedipan mata dalam ukuran matahari.

Pada 2003, badai magnetik menyebabkan rusaknya 47 satelit dan hancurnya satu satelit bernilai $640 juta, menurut British Antarctic Survey yang tahun ini meluncurkan program prediksi cuaca angkasa dengan dana Uni Eropa untuk industri satelit.

Sebelumnya, pada 1989, badai matahari menjadi sebab matinya semua jaringan listrik di Quebec, Canada dalam waktu 90 detik. Akibatnya jutaan orang tidak mendapat listrik selama 9 jam.

Tetapi satu-satunya badai besar yang dapat menjadi contoh bagaimana dampak badai matahari besar ini terjadi sebelum ada jaringan listrik nasional, internet, atau perjalanan udara yang masif.

Pada 1921, badai magnetik menyebabkan matinya jaringan kereta New York Central dan mengganggu jaringan telegraf dan telepon di dataran Eropa.

Tetapi yang terbesar adalah peristiwa Carrinton pada 1859, saat astronom Inggris Richard Carrington mengamati dan merekam erupsi matahari yang sangat besar dan hanya butuh 17 jam untuk sampai di atmosfer bumi. Aurora borealisnya bahkan terlihat sampai selatan Karibia.

Berita lokal melaporkan bahwa orang-orang di timur laut Amerika Serikat bisa membaca koran pada tengah malam karena cahaya dari aurora tersebut, sementara pekerja tambang di Rocky Mountains bangun dan menyiapkan sarapan karena mereka mengira hari sudah pagi.

Cerita-cerita ini menghibur, namun kini dengan adanya ribuan satelit aktif di orbit dan sekitar bumi, termasuk International Space Station, kerusakan akibat badai matahari bisa menyebabkan kerugian miliaran dolar pada operator privat seperti SES Global dan pemerintah.

Tak bisa kembali ke zaman batu
Sulit untuk menghitung seserius apa dampak kerugian dari hilangnya listrik untuk ekonomi modern, namun laporan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional AS pada 2008 cukup mengejutkan.

Listrik mati secara luas dalam beberapa jam akan menyebabkan, "gangguan transportasi, komunikasi, perbankan, dan sistem kuangan, dan layanan pemerintahan; kerusakan distribusi air terjadi karena pompa gagal bekerja, selain juga hilangnya makanan layak konsumsi dan obat-obatan karena tidak ada sistem pendingin."

Laporan terpisah dari NASA yang terbit pada 2007 juga memperkirakan terjadi badai matahari skala Carrington yang menyebabkan kerugian operator satelit $30 miliar. Ini belum menghitung hilangnya pemasukan telekomunikasi dan perusahaan penyiaran yang bergantung pada operator satelit ini, serta dapat menyebabkan lubang pada jaringan keamanan militer.

Kamis, 14 Juni 2012

PENGUMUMAN REMIDI

KELAS XI IPS 1 : (yang tidak remidi)
1. ANNISA
2. ASTI
3. DIAJENG
4. ELSA
5. JELITA
6. NARITA

KELAS XI IPS 4 : (yang tidak remidi )
1. ANUGRAH
2. BAGAS
3. BIAN
4. CINTYA
5. DESTI
6. DIAN
7. DWI NOVI
8. FATCHUL
9. FIRMAN
10. HARIS
11. HELEN
12. ILHAM
13. NINDIA
14. NOVI NORISTA
15. RIEDHWAN
16. RIO BAGAS
17. RIO DWI
18. Rr. SINTA
19. TRIVINA
20. ULFA


TUGAS REMIDI :
BAGI SELURUH SISWA KELAS XI IPS 1 dan 4, BESOK MEMBAWA LKS DAN SOAL UKK.
PELAJARI SOAL UKK, REMIDI LISAN. 1 ANAK HANYA ADA 1 SOAL, JIKA JAWABAN SALAH AKAN DIBERIKAN KESEMPATAN 1 SOAL LAGI.

Jumat, 01 Juni 2012

KISI - KISI UKK GEO KELAS X

1. Mengidentifikasi batuan pembentuk kulit bumi

2. Mengidentifikasi bentuk muka bumi akibat tektonisme

3. Mengidentifikasi bentuk muka bumi akibat proses patahan

4. Mengidentifikasi bentuk muka bumi akibat proses lipatan

5. Menghitung jarak episentrum gempa

6. Mengidentifikasi bentuk muka bumi akibat vulkanisme

7. Mengidentifikasi material letusan gunung api

8. Mengidentifikasi bentuk muka bumi akibat proses eksogenik

9. Mengidentifikasi bentuk muka bumi akibat proses pelapukan

10. Mengidentifikasi bentuk muka bumi akibat proses pengendapan

11. Mengidentifikasi bentuk muka bumi akibat proses masswasting

12. Mengidentifikasi pembentukan tanah

13. Mengidentifikasi pembentukan tanah dengan uji kualitatif

14. Mengidentifikasi faktor perbedaan warna tanah

15. Mengidentifikasi pembentukan tanah melalui pH tanah

16. Mengidentifikasi jenis – jenis tanah

17. Mengidentifikasi jenis – jenis horizon tanah

18. Mengidentifikasi erosi tanah dan dampaknya terhadap kehidupan

19. Mengidentifikasi usaha – usaha mengurangi erosi tanah

20. Mengidentifikasi cirri – cirri lapisan atmosfer

21. Mengidentifikasi unsur – unsur cuaca dan iklim

22. Mengidentifikasi ilmu tentang cuaca

23. Mengidentifikasi keadaan awan

24. Mengidentifikasi cirri – cirri iklim

25. Mengidentifikasi pembagian iklim dari berbagai pakar

26. Mengidentifikasi pembagian iklim menurut Schmidt - Ferguson

27. Mengidentifikasi unsur – unsur utama siklus hidrologi

28. Menggambarkan siklus terjadinya hujan

29. Mengidentifikasi berbagai jenis perairan darat

30. Mengidentifikasi pola aliran sungai

31. Mengidentifikasi macam – macam danau

32. Mengidentifikasi jenis – jenis rawa

33. Menganalisis banjir dan usaha mengurangi resiko banjir

34. Mengidentifikasi jenis – jenis pantai

35. Mengidentifikasi penggolongan wilayah laut